Tahap Akhir Pemilihan Rektor Unila

0
701

Pemilihan rektor Universitas Lampung (pilrek Unila) memasuki tahap akhir. Senat Unila akan menggelar rapat senat tertutup bersama menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi (menrisrek-dikti) guna memilih siapa yang akan menduduki BE 51 berikutnya.

Ketua Senat Unila Prof. Warsito menjelaskan, pihaknya beberapa hari lalu mendapatkan informasi secara lisan bahwa usulan digelarnya pilrek pada Rabu, 9 September dikabulkan. “Alhamdulillah, kepastiannya sudah dikirm secara tulis sehingga kita akan menggelar pilrek besok (hari ini,Red),” jelasnya, kemarin.

Warsito melanjutkan, sayangnya kesibukan menteri yang begitu padat membuatnya berhalangan untuk menyuarakan haknya sebanyak 35 persen dari 48 anggota senat atau setara dengan 26 suara. Menteri Mohammad Nasir akan diwakilkan oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Iptek-Dikti), Patdono Suwignjo.

“Berdasarkan keputusan rapat senat, anggota senat akan terlebih dahulu melakukan penyontrengan surat suara. Disusul dirjen dan berikutnya pimpinan senat yang terdiri dari ketua dan sekretaris,” paparnya.
Patdono nantinya akan membawa 26 surat suara ke dalam bilik suara, sedangkan 48 anggota senat hanya memiliki hak satu kertas suara.

“Bisa saja 26 kertas itu berbeda-beda yang dicontreng. Itu sudah menjadi haknya (dirjen). Besok (hari ini,Red) juga tidak ada pemaparan visi misi, tepat pukul 09.00 kita langsung adakan pemungutan suara,” katanya.

Setelah diketahui siapa calon rektor (carek) yang meraih suara terbanyak, maka pimpinan senat senat pada hari ini juga akan menetapkan carek tersebut menjadi rektor terpilih. Terkait pelantikan, sambung Warsito, pihaknya kembali menunggu agenda menteri. “Yang pasti pelantikan dilakukan di Jakarta dan 22 November itu sudah harus dilantik,” ujarnya.

Terpisah, salah satu carek, Prof. Wan Abbas Zakaria mengaku siap menerima apapun hasil pilrek ini. “Mohon doa dari rekan-rekan semua. Mudah-mudahan Unila aman, pilreknya berjalan sukses, dan yang terpiliih adalah yang terbaik,” kata dia.

Ditanyakan jika tidak terpilih menjadi rektor, Wan Abbas mengaku tetap akan menjalankan kewajibannya sebagai dosen dan pengabdi masyarakat. “Pokoknya kita optimis. Mohon doanya ya,” ujarnya melalui via telepon, kemarin petang.

Melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada wartawan, carek lainnya, Prof. Suharso, mengaku santai dalam menghadapi pilrek ini dan tidak memiliki kesiapan khusus. “Nyantai saja. Serahkan pada maha kuasa,” singkatnya.

Terpisah, Prof. Hasriadi Mat Akin juga berkata hal serupa. Dirinya tetap optimis dan berharap hasil pilrek merupakan yang terbaik untuk Unila. [Naufal A. Caya]

https://www.unila.ac.id/hari-ini-pemilihan-rektor-unila/